Tuesday, May 10, 2011

Pesankan Saya Tempat di Neraka

Berikut ini merupakan sebuah cerita dari mesir yang berjudul "Pesankan Saya Tempat di Neraka", merupakan bahan cerita untuk kita semua sebagai renungan di bulan ramadhan ini. Bulan yang penuh berkah, dimana segala kebaikan akan dilipat gandakan, agar kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang bertqwa.

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat.Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. jilbab menjadi multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria, di sebuah microbus ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk di ujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakain seperti itu mengundang 'perhatian', kalau bisa dibahasakan sebagai mengundang keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperi itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Selain itu, pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. karena merasa privasinya terusik. Hak berpakain menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan anda!!" Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar dan terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasana pun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya, tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalang oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur. Ia berada di dekat pintu keluar ."Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menentang Tuhan.

Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....

Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...

Seandainya tiap orang takut bertemu dengan tuhannya dalam keadaan buruk...

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...

Sesungguhnya Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.

Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-Nya semakin dekat.Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...mumpung kesempatan itu masih ada.

source: kedaiberita.com

No comments:

Post a Comment